maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138

Penjual gorengan ditegur karena tetap berjualan selama bulan puasa

Penjual gorengan ditegur karena tetap berjualan selama bulan puasa
0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second


Jakarta

Seorang penjual Gorengan dimarahi karena masih buka dagangan di hari bulan puasa. Bahkan jika ini adalah satu-satunya cara untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Apa itu hukum Islam?

Melalui unggahan video TikTok @endisusant01405 (02/04/23), seorang penjual gorengan di Bogor menceritakan pengalamannya saat ditegur orang tak dikenal. Alasannya karena ia tetap membuka gorengan setiap bulan puasa.

Dalam video tersebut terdengar seseorang berkata, “Masya Allah mas, baru jam 9 dan besok,”. Karena itu, penjual gorengan berbalik dan terkejut mendengar kata-kata tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Dengan wajah memelas, penjual gorengan itu menjelaskan bahwa ia tetap berjualan karena ingin menghidupi istri dan anaknya. Ia mengatakan, gorengan miliknya juga bisa dibeli khusus bagi yang tidak berpuasa.

Baca juga: Astaga! Belilah pastel untuk puasa, meskipun berulat dan berbau

Penjual gorengan ditegur karena tetap buka selama bulan puasa. Foto: TikTok @endisusant01405

“Saya cari istri dan anak saya. Bagaimana kalau saya tidak jualan, banyak yang tidak puasa, ada ibu hamil, ada kendala, anak kecil, non muslim. Buka dari jam ini karena disana banyak pesaingnya,” ujarnya.

Video tersebut menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak netizen di kolom komentar yang juga kesal dengan peringatan tersebut. Bahkan jika penjual diadili Gorengan lebih pintar.

“Padahal kakak goreng pinter,” tulis netizen.

“Gak minimarket buka 24 jam kan gan” tulis netizen lainnya.

Dalam ajaran Islam, kondisi ini juga ada penjelasannya. Menurut Habib Hasan Bin Ismail Almuhdor dari majelis Ahbaabul Musthofa, hukumnya tergantung pada kondisi.

Melalui video dakwahnya, Habib Hasan menjelaskan bahwa tidak ada masalah berjualan makanan selama bulan puasa. Yang penting adalah orang yang mengkonsumsinya.

Jika penjaja makanan tersebut diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak wajib berpuasa, seperti wanita yang sedang haid, setelah melahirkan, musafir, orang sakit atau bahkan non muslim, maka hukumnya pun membolehkannya.

Penjual gorengan ditegur karena tetap buka selama bulan puasa. Foto: TikTok @endisusant01405

Baca juga: 6 Kebiasaan Sehat Rasulullah SAW Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Namun, orang yang berpuasa tetap harus dihormati. Habib Hasan mengatakan bahwa restoran atau warung makan harus menghormati orang yang berpuasa dengan menutup area makan dengan kain agar tidak terlihat.

Begitu pula jika KH menyampaikannya. Ahmad Ishamuddin. Dikutip dari CNN Indonesia (05/08/19) ia mengatakan bahwa membuka warung makan di siang hari selama masa puasa dapat mengganggu kesucian bulan Ramadan.

Namun, jika ditutup mungkin juga akan sulit bagi orang lain yang tidak wajib berpuasa untuk mencari makan. Oleh karena itu hukum diganti dengan kondisi yang ada. KH. Ahmad Ishomuddin juga menganjurkan agar warung makan menutupi areanya dengan kain.

Lebih lanjut Habib Hasan mengatakan, hukumnya berbeda jika orang yang wajib berpuasa membeli sesuatu untuk dimakan di siang hari. Habib Hasan menjelaskan bahwa hal tersebut bertentangan dengan hukum.

“Itu seperti kamu membantu orang yang membangkang kepada Allah. Itu seperti menjual miras kepada umat Islam,” kata Habib Hasan.

“Tapi siapa yang bisa mengatakan dengan pasti siapa yang akan membelinya? makanan adalah orang yang wajib berpuasa atau tidak. Kecuali jualan di stasiun, pemudiknya banyak,” lanjut Habib Hasan.

Baca juga: Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Saat Berpuasa

Tonton Video “Bronko Kuliner Khas Kampung Islami Bali Untuk Buka Puasa”
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Harold Taylor

Learn More →